Sabtu, 24 Oktober 2015

Bentuk Energi Dan Bahasa Termodinamika

Rika Febriani
Budi Dermawan
  
       Definisi Energi
          Energi adalah kemampuan melakukan usaha atau kerja. Menurut hukum Termodinamika Pertama, energi bersifat kekal. Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan tetapi dapat berubah bentuk (Konversi) dari bentuk energi yang satu ke bentuk eneri yang lain. Dalam satuan SI energi dinyatakan dalam Joule (J). Satuan energi lainnya adalah Kalori (Kal). James Presecott Joule menunjukkan hubungan antara kalori dan joule, yaitu : 1 Kalori 4,18 Joule atau 1 Joule 0,24 Kalori.
      Bentuk-Bentuk Energi
  1.             Energi Kimia, merupakan energi yang keluar sebagai hasil interaksi elektron dimana dua atau lebih atom/molekul berkombinasi sehingga menghasilkan senyawa kimia yang stabil. Salah satu contohnya yaitu pada senter yang menyala karena ada sumber energi yaitu batu baterai. Batu baterai memiliki energi kimia. Dalam kehidupan seharihari sumber energi kimia berasal dari: Makanan, bahan bakar minyak, kayu bakar, dan aki.
  2.          Energi Listrik, merupakan salah satu bentuk energi yang paling banyak digunakan. Energi ini dipindahkan dalam bentuk aliran muatan listrik melalui kawat logam konduktor yang disebut Arus Listrik. Energi listrik dapat diubah menjadi bentuk energi yang lain seperti energi gerak, energi cahaya, energi panas, atau energi bunyi. Sebaliknya, energi listrik dapat berupa  hasil perubahan energi yang lain, misalnya dari energi matahari, energi gerak, energi potensial air, energi kimia gas alam, energi uap.
  3.            Energi Panas, energi panas yang sangat besar berasal dari Matahari. Sinar matahari dengan panasnya yang tepat dapat membantu manusia dan makhluk hidup lainnya untuk hidup dan berkembang biak. Energi panas dimanfaatkan untuk membantu manusia melakukan usaha seperti menyetrika pakaian, memasak, dan mendidihkan air.
  4.        Energi Bunyi, merupakan energy yang dihasilkan oleh getaran benda. Contohnya, bunyi bel listrik, bunyi orang berbicara, dan bunyi alat musik. Adanya bunyi memungkinkan kita dapat menikmati suara music yang merdu, karena energi bunyi mampu menggetarkan gendang telinga sehingga bunyi bias didengar. Bunyi memilki energi, sebagai buktinya bunyi halilintar yang bias memecahkan kaca.
  5.              Energi Nuklir, energi nuklir terjadi karena adanya reaksi fisi atau fusi dalam atom atau unsur radioaktif seperti uranium. Energi nuklir dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi pada pembangkit listrik tenaga nuklir.
       Sistem Termodinamika
                    Sistem Termodinamika adalah sistem yang memungkinkan terjadinya interaksi energi atau pertukaran energi dengan lingkungan yang berada disekitar sistem. Sistem Termodinamika secara luas bisa didefinisikan sebagai luas atau ruang tertentu dimana proses termodinamika terjadi. Atau suatu daerah dimana perhatian kita difokuskan dalam mempelajari proses termodinamika. 
          
          Sifat sistem ada 2 diantaranya : 
  • Sifat Intensif adalah sifat yang tidak bergantung pada kuantitas sistem 
  • Sifat Ekstensif adalah sifat yang bergantung pada kuantitas sistem
      Adapun Sifat Pembatasnya dibagi menjadi 2 yaitu :
  • Pembatas Adiabatik : Merupakan pembatas dimana tidak ada pertukaran kalor antara sistem dan lingkungan.
  • Pembatas Tegar : Merupakan pembatas dimana tidak ada kerja baik dari sistem terhadap lingkungan ataupun dari lingkungan terhadap sistem.
                 Kemudian Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan lingkungan diantaranya :
  •      Sistem Terisolasi : Sistem dimana tidak terjadi pertukaran panas, benda atau kerja dengan lingkungan atau Tidak ada pertukaran massa dan energi sistem dengan lingkungan. Contoh dari sistem terisolasi adalah wadah terisolasi seperti tabung gas.
  •       Sistem Tertutup : Sistem dimana terjadi pertukaran energi ( panas dan kerja ) tetapi tidak terjadi pertukaran benda dengan lingkungan. Salah satu contohnya adalah Green house dimana terjadi pertukaran panas tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan.
  •       Sistem Terbuka : Sistem dimana terjadi pertukaran energi ( panas dan kerja ) dan benda dengan lingkungannya, atau terjadi pertukaran massa dan energi dengan lingkungannya. Contohnya adalah Tumbuhtumbuhan dan Samudra.
       Proses Termodinamika
                Proses Termodinamika dikatakan Reversible jika prosesnya berlangsung melalui sederetan keadaan Termodinamika yang continue. Reversible merupakan proses Ideal, tetapi keadaan kesetimbangan yamg sebenarnya hanya dapat dicapai dalam kurun waktu yang sangat lama dan tidak dapat dipastikan kapan itu akan terjadi. Sedangkan Proses Irreversible dapat kita anggap sebagai proses Reversible terbatas jika dilakukan secara sangat lambat dan berada pada tahap prosesproses yang sangat singkat.
       Hukum Termodinamika:
  •      Hukum Awal (Zeroth Law), Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan yang lainnya.
  •        Hukum I Termodinamika (Kekekalan Energi), Hukum ini terkait dengan hukum kekekalan energi. Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai kedalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem.
  •       Hukum II Termodinamika (Arah Reaksi Sistem), Hukum kedua Termodinamika terkait dengan entropi. Hukum ini menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan berjalannya waktu, mendekati nilai maksimumnya.

Studi Kasus: Aplikasi Stoikiometri Dalam Industri



Rika Febriani (41615010063)
Nur Afni Indah R (41615010058)

Pembuatan Garam
           Kali ini kami akan membahas tentang aplikasi stoikiometri di bidang industri. Lebih tepatnya lagi tentang pembuatan garam. Dalam pembuatan garam tersebut ada salah satu hukum dasar kimia yang dipakai yaitu Hukum Kekekalan Massa yang dikemukakan oleh Lavoisier.

Lavoiser  menyatakan: massa zat-zat sebelum reaksi sama dengan massa zat-zat sesudah reaksi.

Contoh :

Jika teman-teman memasukkan Na sebanyak 15 gram dan Cl sebanyak 7 gram, maka akan menghasilkan NaCl sebanyak 22 gram. Hal ini sesuai dengan bunyi hukum Lavoisier yang mengatakan massa zat sebelum reaksi akan sama dengan sesudah reaksi.
 


Sekarang kami akan menampilkan video tentang pembuatan garam dapur di laboratorium dalam jumlah kecil.




Kita sudah melihat pembuatan garam, sekarang kami jabarkan manfaat garam dapur untuk kehidupan manusia yaitu:

1. Penambah cita rasa makanan
2. Sebagai obat kulit
3. Bisa digunakan dalam pembuatan kosmetik 
4. Bisa digunakan sebagai pengawet 


Note : Sebenaranya menurut kami pembuatan garam dengan cara yang ditampilkan di video diatas kurang efektif. Kita bisa memanfaatkan air laut jika kita ingin memroduksi garam dalam jumlah besar


Kami tahu bahwa artikel ini memiliki banyak kekurangan. Jika ada yang ingin menambahkan ataupun menyanggah, kami persilahkan.

Jumat, 23 Oktober 2015

Materi Dan Perubahan Materi


žRika Febriani
žRudolf Matatias

     žDefinisi Materi
                Materi adalah setiap objek atau bahan yang membutuhkan ruang, yg jumlahnya diukur oleh suatu sifat yg disebut massa. Massa hanya lah salah satu dari banyak sifat atau kekhsan materi yg dapat dikenal dan dibedakan dari lainya. Sifat-sifat materi dapat digolongkan menjadi dua kategori yaitu fisis dan kimiawi.
       
      1.1 Sifat-Sifat Materi
               Sifat-sifat dan perubahan fisis. Warna, kilap, dan kekerasan adalah beberapa sifat fisis yg dapat digunakan untuk menerapkan penampilan sebuah objek. Suatu proses perubahan penampilan fisis dari suatu objek dan identitas dasar tak berubah, disebut perubahan fisis. Sebuah kubus logam yg dipipihkan menjadi lempeng yg sangat tipis, tembaga adalah logam yg dapat ditempa. Tempat juga dapat dibuat menjadi kawat yg sangat halus. Melelehnya es dan mendidihnya air juga merupakan contoh perubahan fisik.
ž                 Sifat-sifat dan perubahan kimiawi. Perubahan kertas, pengkaratan besi, dan pembusukan kayu adalah perubahan-perubahan yg tidak hanya mencakup keadaan fisis, tetapi juga identitas dasarnya dalam perubahan kimiawi suatu contoh materi diubah secara sempurna menjadi bahan yang berbeda. Jenis perubahan-perubahan kimia yang dialami suatu bahan ditentukan oleh sifat-sifat kimiawinya.
      1.2 Klasifikasi Materi
                 Materi berada dalam banyak bentuk yang berbeda-beda, sehingga perlu untuk mengkategorikannya. Diantara zat-zat ada yang tidak dapat dibuat menjadi zat yang lebih sederhana, baik dengan perubahan kimia maupun fisis, bukan melalui pemanasan, pendinginan, penumbukkan, penambahan asam, dan sebagainya disebut unsur-unsur kimia
ž                Senyawa-senyawa kimia tergolong kelas kedua dari zat. Senyawa kimia terbentuk oleh kombinasi kimia dari dua atau lebih unsur. Senyawa-senyawa kimia akan tetap mempertahankan identitasnya selama perubahan fisis, tetapi dapat dipisahkan menjadi unsur-unsur komponennya melalui perubahan kimia yang tepat.
       ž1.3 Manfaat Perubahan Materi
                 Proses ekstraksi tanin dari daun teh memanfaatkan prinsip perubahan fisika, senyawa tanin yang terkandung dalam daun teh dilarutkan dalam pelarut air dengan cara pemanasan, sehingga tanin yang berwujud padat diubah menjadi bentuk yang terlarut dalam air panas.   Prinsip perubahan kimia banyak dimanfaatkan untuk memperoleh bahan-bahan baru atau bahan yang jarang ditemukan di alam, tetapi sangat bermanfaat bagi manusia dan lingkungan.
       ž1.4 Penggolongan Materi
           Ada dua cara untuk menggolongkan materi, yaitu secara fisik dan kimia. Penggolongan secara fisik lebih menekankan pada wujud materi, seperti padat, cair, dan gas. Sedangkan penggolongan secara kimia lebih menekankan terhadap komposisi dan struktur materi, seperti zat tunggal dan campuran.
                ža. Padat, Cair, dan Gas
                  Padatan, bentuk materi dicirikan oleh ketegarannya. Padatan relatif tidak dapat dimampatkan dan mempunyai bentuk serta volume yang tetap. Cairan, bentuk materi yang relatif tidak dapat dimampatkan dan mempunyai volume tetap, tetapi bentuknya dapat berubah. Gas, bentuk materi yang relatif dapat dimampatkan, semua gas memiliki bentuk dan ukuran sesuai wadah yang dihuninya.
ž             b. Unsur, Senyawa, dan Campuran
                 Unsur adalah zat murni yang tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yg lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Unsur merupakan bahan dasar penyusun materi. sampai saatini dikenal 118 macam unsur alam dan unsur buatan, baik berupa unsur logam maupun unsur bukan logam. Unsur yang ditemukan dalam keadaan bebas di alam misalnya intan, belerang, emas, dan gas helium.
                  Senyawa adalah zat murni yang dapat terurai melalui reaksi kimia biasa membentuk zat-zat lain yang lebih sederhana. Senyawa merupakan gabungan dua unsur atau lebih yang terdapat dalam suatu materi, yang dihasilkan melalui reaksi kimia. Contohnya minyak bumi, karbihidrat, lemak, protein, kapur, dan lainnya.   Campuran dapat digolongkan ke dalam campuran serbaneka (heterogen) dan campuran serbasama (homogen).
ž                  Suatu materi dikatakan campuran serbaneka jika materi tersebut memiliki komponen penyusun yang dapat dibedakan dan sifat masing-masing komponen penyusunnya masih tampak. Suatu campuran dikatakan serbasama apabila keseluruhan materi penyusun campuran itu tidak dapat dibedakan satu dengan yang lainnya, tetapi sfat masing-masing komponen penyusunnya masih tampak.
                 žc. Larutan
                   Larutan yaitu campuran serbasama antara dua atau lebih zat yang komposisinya dapat diatur dan sifat masing-masing zat penyusunnya masih tampak. Ada dua macam larutan, yaitu pelarut adalah zat yg digunakan sebagai media untuk melarutkan zat lain dan terlarut adalah komponen dari larutan. Contohnya air teh manis merupakan larutan.
ž 
        
        Sumber:
  • Kimia Dasar prinsip dan terapan modern edisi keempatjilid 1 : Ralph H. PetrucciSuminar
  • Kimia Dasar 1 berdasarkan prinsip kimia terkini : Yayan Sunarya
ž